Sekjen AS-HAM Naftali Pesiwarissa (Bang Navy) Soroti Pelaksanaan Program MBG

 


SUARABERITAINDONESIA.COM

BOGOR - Sekretaris Jenderal AS-HAM, Naftali Pesiwarissa atau yang akrab disapa Bang Navy, menyoroti berbagai persoalan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah ,Sabtu ( 13/06/2026).

Menurutnya, program yang pada dasarnya bertujuan baik untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, perlu mendapatkan pengawasan yang lebih ketat agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.



Bang Navy menilai masih terdapat berbagai keluhan terkait mekanisme pelaksanaan program, mulai dari koordinasi antarpejabat, mitra pelaksana, hingga operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai titik. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat untuk menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam pengelolaan program tersebut.

"Program MBG merupakan program yang sangat baik dan memiliki tujuan mulia. Namun, apabila dalam pelaksanaannya ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi atau distribusi yang tidak berjalan optimal, maka hal tersebut harus segera dievaluasi agar tidak merugikan penerima manfaat," ujar Bang Navy.

Sebagai bahan masukan, Bang Navy mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan model pengelolaan yang melibatkan orang tua siswa penerima manfaat secara lebih aktif. Menurutnya, orang tua lebih memahami kebutuhan dan kebiasaan konsumsi anak masing-masing.

Ia menjelaskan bahwa setiap anak memiliki preferensi makanan yang berbeda. Ada yang tidak menyukai ayam, ada yang tidak menyukai telur, dan ada pula yang memiliki kebutuhan gizi tertentu. Dengan keterlibatan orang tua, bantuan yang diberikan dinilai dapat lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan anak.

Sebagai ilustrasi, apabila alokasi anggaran sebesar Rp10.000 per anak per hari, maka dalam satu bulan nilainya mencapai sekitar Rp300.000 per anak. Jika terdapat 1.000 siswa penerima manfaat di satu sekolah, maka total anggaran yang dikelola mencapai sekitar Rp300 juta per bulan. Menurut Bang Navy, angka tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan yang efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Karena di kelola oleh orang tua siswa secara langsung .

Meski demikian, ia menegaskan bahwa usulan tersebut hanyalah salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan. Pemerintah, menurutnya, masih dapat mengkaji berbagai model pelaksanaan lain yang lebih efektif untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Dan dapat mengurangi beban negara dengan anggaran yg demikian besar yang hasilnya disalah gunakan oleh oknum oknum yg tidak bertanggung jawab.

Bang Navy berharap evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG terus dilakukan agar tujuan utama program, yaitu meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, dapat tercapai secara optimal, transparan, dan berkelanjutan.

( Achmad Hidayat  )

Posting Komentar untuk "Sekjen AS-HAM Naftali Pesiwarissa (Bang Navy) Soroti Pelaksanaan Program MBG"