SUARABERITAINDONESIA.COM
BOGOR- Seorang pemilik warung kelontong bernama Bahri (45) mengaku mendapat intimidasi dan dugaan pemerasan oleh enam orang yang mengaku berasal dari aparat dan organisasi kemasyarakatan (ormas).
Peristiwa tersebut terjadi di warung milik Bahri yang berlokasi di Kampung Kelapa, RT 01/RW 19, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.
Kejadian itu berlangsung pada Minggu (25/01) sekitar pukul 14.00 WIB. Enam orang datang secara berkelompok ke warung Bahri, di antaranya terdapat satu orang perempuan. Kedatangan mereka membuat Bahri terkejut karena merasa tidak memiliki urusan bisnis maupun permasalahan apa pun.
“Awalnya mereka ngobrol ngalor-ngidul, tapi intinya meminta saya kerja sama dengan memberikan uang pengamanan,” ujar Bahri saat ditemui.
Menurut Bahri, keenam orang tersebut meminta uang kompensasi atau “uang pengamanan” sebesar Rp3 juta dengan dalih untuk mengamankan perdagangan dan peredaran salah satu merek rokok yang dijual di warungnya.
Bahri mengaku menolak tegas permintaan tersebut. Ia menilai permintaan itu tidak masuk akal dan sangat memberatkan, terlebih dirinya hanya pedagang kecil.
“Uang tiga juta itu bukan sedikit bagi saya. Saya jualan rokok dan kelontong lainnya juga tidak melanggar aturan apa pun. Kok malah diminta uang pengamanan dengan alasan kerja sama,” tegasnya.
Karena tidak mendapatkan uang yang diminta, keenam orang tersebut akhirnya meninggalkan lokasi. Namun, Bahri mengaku masih merasa khawatir dan tertekan atas kejadian tersebut.
“Kalau mereka datang lagi, saya akan lapor polisi. Ini sudah termasuk pemerasan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bahri mengungkapkan bahwa sebelum mendatangi warung miliknya, kelompok tersebut diduga lebih dulu mendatangi warung milik Wanto, seorang pedagang lain di wilayah Bekasi. Dalam kejadian tersebut, Wanto disebut-sebut telah memberikan uang sebesar Rp1 juta.
Atas kejadian ini, Bahri berharap aparat penegak hukum segera menindak tegas oknum-oknum yang diduga melakukan pemerasan dan mencatut nama aparat maupun ormas, agar para pedagang kecil dapat berusaha dengan aman tanpa rasa takut. ( Achmad Hidayat )

Posting Komentar untuk "Diduga Mengaku Aparat dan Ormas, Enam Orang Intimidasi Pemilik Warung di Bojong Gede"